Proposal · September 2026

Enterprise Decision Intelligence for Pelita Air

Menghubungkan operational signals dengan executive decision process dan value realization.

Catatan internal AGIA, dihapus sebelum dokumen diedarkan. Konteks konsolidasi pada bagian 2 ditulis dari sumber publik dan perlu dicek kemutakhirannya sebelum kirim. Bagian 12 memuat satu-satunya angka komersial. Ketentuan terminology ada di blok internal paling bawah halaman ini.

Executive Summary

Pelita Air telah membangun operational capabilities yang kuat. Pada 2026, perusahaan kembali menerima penghargaan sebagai badan usaha angkutan udara paling tepat waktu di Indonesia.1 Kinerja 2025 juga mencatat on-time performance 94,56 persen dan technical dispatch reliability 99,66 persen. Sistem seperti OnTimeX, Integrated Flight Management System, dan pusat integrasi data menunjukkan bahwa fondasi teknologinya sudah tersedia.2

Di tingkat enterprise, tantangannya berbeda.

Laporan Tahunan 2025 mencatat pendapatan sebesar 95 persen dari RKAP, operating profit 62 persen, EBITDA 82 persen, dan laba tahun berjalan 35 persen. Realisasi investasi tercatat 1,22 persen terhadap target 85 persen.2 Angka tersebut belum menjelaskan penyebabnya, tetapi menunjukkan area yang perlu diperiksa lebih awal dan lebih konsisten oleh Direksi.

Operational systems menghasilkan banyak signals. Management reports menjelaskan apa yang telah terjadi. Di antara keduanya, Pelita Air memerlukan sebuah Strategic Decision Layer yang menentukan isu mana yang perlu naik ke Direksi, bukti apa yang harus menyertainya, siapa yang bertanggung jawab, dan bagaimana hasil keputusan diverifikasi.

AGIA mengusulkan Enterprise Decision Intelligence yang dibangun di atas source systems dan data integration yang sudah dimiliki Pelita Air. Sistem ini tidak menggantikan operational platforms, pusat integrasi data, atau dashboard yang telah berjalan.

Enterprise Decision Intelligence menyediakan:

  • Decision Queue untuk isu yang memerlukan kewenangan Direksi.
  • Decision Brief yang memuat evidence, options, financial impact, dan consequences.
  • Early Warning terhadap target, materiality threshold, dan risk appetite.
  • Commitment Tracking dengan owner dan deadline yang jelas.
  • Value Realization yang diverifikasi oleh Keuangan.

Prinsip serupa telah digunakan dalam Airport Collaborative Decision Making. Semua pihak bekerja dari trusted operational picture, decision rights dinyatakan dengan jelas, dan data tersedia pada saat keputusan harus diambil.3 Proposal ini menerapkan prinsip tersebut pada enterprise decision process Pelita Air.

Hasil yang dituju bukan laporan yang lebih banyak. Hasilnya adalah executive decisions yang dapat ditelusuri sejak signal pertama muncul sampai business value-nya diverifikasi.

Bagian I

Strategic Context

1The Enterprise Decision Gap

Airline analytics berkembang dengan tingkat kematangan yang berbeda.

Revenue management menggunakan forecasting untuk memperkirakan permintaan. Operations control memantau rotasi dan gangguan penerbangan. Maintenance systems menandai komponen yang mendekati batas penggunaan. Pada area ini, keputusan dapat dibuat sebelum masalah sepenuhnya terjadi.

Enterprise management umumnya masih bergantung pada laporan periodik. Data dikumpulkan dari beberapa fungsi, direkonsiliasi, dibahas dalam rapat, lalu diterjemahkan menjadi arahan. Proses tersebut bekerja, tetapi response time-nya tidak selalu sejalan dengan kecepatan perubahan bisnis.

Analytical maturity dapat dilihat melalui lima tingkat:

  1. Descriptive analytics menjelaskan apa yang terjadi.
  2. Diagnostic analytics menjelaskan penyebabnya.
  3. Predictive analytics memperkirakan apa yang akan terjadi.
  4. Prescriptive analytics membandingkan pilihan tindakan.
  5. Value realization memeriksa apakah keputusan menghasilkan outcome yang diharapkan.

Banyak maskapai telah mencapai tingkat predictive atau prescriptive pada sisi operasional. Enterprise decision process masih sering berada pada tingkat descriptive dan diagnostic.

Perbedaan tingkat kematangan yang lazim ditemui
LapisContoh kapabilitasKematangan lazimPengguna utama
OperasionalRevenue management, operations control, predictive maintenance, fuel planningPredictive sampai prescriptiveManajer dan pengendali
EnterpriseKinerja terhadap RKAP, route profitability, investment portfolio, enterprise riskDescriptive sampai diagnosticDireksi

Perbedaannya tidak selalu disebabkan oleh kekurangan data. Source systems tersedia, tetapi definisi KPI, decision rights, materiality threshold, dan mekanisme tindak lanjut berkembang secara terpisah di setiap fungsi.

Akibatnya, waktu antara signal pertama dan executive action menjadi lebih panjang. Selama periode tersebut, pilihan yang tersedia dapat menyempit dan biaya koreksi dapat meningkat.

BCG mencatat bahwa industri penerbangan menghasilkan total shareholder return minus 2 persen sepanjang 2014 sampai 2024, sementara pasar secara umum tumbuh 11 persen. Kuartil teratas industri tetap mencatat 9 persen dan perusahaan terbaik melampaui 20 persen per tahun.4 Menurut kajian tersebut, perbedaannya terletak pada disiplin manajemen dalam memilih area keunggulan dan mempertahankan fokusnya.

Disiplin tersebut memerlukan decision system yang mencatat alasan, owner, deadline, dan outcome. Laporan saja tidak cukup untuk menjalankan fungsi itu.

2Pelita Air Strategic Context

Growth and operational performance

Pelita Air memasuki pasar penerbangan komersial berjadwal pada April 2022 dengan tiga pesawat. Pada akhir 2025, perusahaan mengoperasikan 16 Airbus A320, melayani 2,84 juta penumpang, dan membuka rute internasional pertama dari Jakarta ke Singapura pada 18 Agustus 2025.2

Skala penerbangan berjadwal Pelita Air, 2022 sampai 2025 terverifikasi
TahunPesawatPendapatan operasional (USD juta)
202239,2
20231077,8
202412170,6
202516187,3

Pertumbuhan tersebut didukung oleh operational performance yang kuat. Pada 2 September 2026, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara kembali memberikan penghargaan ketepatan waktu terbaik kepada Pelita Air.1 Kinerja 2025 mencatat:2

  • On-time performance 94,56 persen, dengan target 90 persen.
  • Seat load factor 77,24 persen, dengan target 75 persen.
  • Technical dispatch reliability 99,66 persen, dengan target 95 persen.

OnTimeX juga dikembangkan secara internal untuk meningkatkan integrasi dan presisi proses operasional penerbangan.1

Data publik tersebut menunjukkan bahwa fokus proposal ini bukan penggantian operational systems. Fokusnya adalah bagaimana operational dan financial signals masuk ke enterprise decision process.

Enterprise performance

Kinerja 2025 terhadap RKAP revisi menunjukkan beberapa gap yang perlu dibaca secara terpisah dari capaian operasional.2

Kinerja 2025 terhadap RKAP revisi, dalam USD ribu terverifikasi
PosRKAP 2025Audited 2025Capaian
Pendapatan257.797.758245.394.98895%
Beban usaha18.495.82422.038.913119%
Operating profit29.661.76518.319.88062%
EBITDA55.235.84545.286.26882%
Laba tahun berjalan7.107.6582.456.84835%

Realisasi investasi tercatat 1,22 persen terhadap target 85 persen.2

Data publik belum menjelaskan apakah gap tersebut terutama berasal dari perubahan prioritas, keterlambatan keputusan, kendala eksekusi, atau faktor eksternal. Enterprise Decision Intelligence harus membantu Direksi membedakan penyebab tersebut sebelum menentukan tindakan.

Route decisions

Pada 2025, Pelita Air menutup rute Jakarta ke Sorong pada Juli dan Jakarta ke Ambon pada Oktober. Keterangan perusahaan menyebut optimalisasi utilisasi pesawat dan kinerja keuangan per rute sebagai alasannya.2

Kedua keputusan tersebut menunjukkan jenis pertanyaan yang perlu dijawab oleh Strategic Decision Layer:

  • Kapan penurunan kinerja rute mulai terlihat?
  • Signal mana yang cukup material untuk memerlukan executive decision?
  • Apa konsekuensi finansial dan operasional dari setiap pilihan?
  • Berapa lama keputusan masih dapat ditunda?
  • Outcome apa yang harus diperiksa setelah keputusan dijalankan?

Pertanyaan tersebut tidak mengasumsikan bahwa keputusan seharusnya diambil lebih awal. Tujuannya adalah memastikan bahwa timing, evidence, dan consequences dapat diperiksa secara konsisten.

KPI definition gap

Laporan Tahunan 2025 memuat beberapa angka seat load factor: 77,24 persen pada KPI Direksi, rata-rata 79 persen pada bagian teknologi informasi, dan 81 persen sebagai target rencana bisnis. On-time performance juga muncul sebagai 94,56 persen dan 90 persen.2

Angka tersebut dapat sama-sama benar karena menggunakan konteks atau definisi yang berbeda. Namun, perbedaan itu menunjukkan perlunya KPI Dictionary yang memuat:

  • Definisi.
  • Formula.
  • Source system.
  • Data owner.
  • Frequency.
  • Status sementara atau final.
  • Ketentuan restatement.

KPI Dictionary memberi Direksi satu tempat untuk memeriksa konteks sebuah angka sebelum menggunakannya dalam keputusan.

Consolidation context

Pelita Air sedang berada dalam proses konsolidasi maskapai BUMN. Danantara menyiapkan Garuda Indonesia sebagai induk yang membawahi Citilink dan Pelita Air.5

Dalam konteks tersebut, Pelita Air perlu memastikan bahwa KPI, financial performance, dan basis keputusan internal dapat dibandingkan dengan entitas lain dalam grup. Enterprise Decision Intelligence membantu perusahaan mempertahankan decision continuity selama proses integrasi berlangsung.

Konteks konsolidasi perlu diperiksa kembali sebelum proposal diedarkan karena jadwal dan bentuk akhirnya ditentukan oleh pihak di luar Pelita Air. perlu validasi
Bagian II

Industry Reference

3Decision Intelligence in Aviation

Airport Collaborative Decision Making

Airport Collaborative Decision Making mengubah cara bandara mengelola operasi dengan membangun shared operational picture dan decision process yang disepakati. ICAO Asia and Pacific Office merumuskan prinsipnya sebagai berikut.3

“Data is shared in real time, decision rights are clearly defined, and stakeholders operate from a single, trusted operational picture.”

ICAO Asia and Pacific Office, Digital Transformation for A-CDM Operations in Indonesia, April 2026

EUROCONTROL mencatat penghematan taxi-out time antara 0,25 dan 3 menit per keberangkatan pada 17 bandara yang telah menerapkan A-CDM secara penuh. EUROCONTROL juga memperkirakan potensi pengurangan network delay sebesar 18 sampai 23 persen jika penerapannya diperluas.6

Angka tersebut berasal dari konteks operasional bandara dan tidak dapat langsung digunakan sebagai business case untuk Pelita Air. Nilai rujukannya terletak pada decision mechanism:

  • Semua pihak memakai evidence yang sama.
  • Decision rights ditetapkan sebelum gangguan terjadi.
  • Outcome dapat dibandingkan dengan keputusan yang diambil.

Prinsip tersebut relevan untuk enterprise decisions, meskipun governance, frequency, dan materiality-nya berbeda.

Airline benchmarks

Beberapa maskapai telah mengumumkan inisiatif serupa.

Inisiatif yang diumumkan publik, 2024 sampai 2025 terverifikasi
MaskapaiInisiatifCakupan atau hasil yang diumumkanWaktu
bersama Accenture AI Skyways pada lima area, termasuk kinerja grup maskapai, disertai pembentukan value realization office Mengukur manfaat tiap inisiatif dan menggunakan analisis data real-time untuk mempercepat keputusan serta respons operasional7 Agu 2025
Singapore Airlines Group Virtual operations control centre yang menggantikan lebih dari 600 notifikasi grup percakapan per hari Visibilitas data antar pemangku kepentingan naik 90 persen, waktu proses manual turun lebih dari 60 persen8 Agu 2025
bersama Airbus Skywise Fleet Performance+ dan Core X3 untuk fleet analytics Ditujukan untuk menghadirkan sumber tunggal yang mutakhir dan keputusan berbasis data9 Feb 2025
platform Skywise Fleet performance monitoring pada armada A320 Melaporkan 44 pembatalan yang berhasil dihindari pada Juli 2024 dan 35 pada Agustus, serta penghematan bahan bakar 8,1 ton per pesawat per tahun10 2024

Inisiatif tersebut berbeda dalam ruang lingkup. Kesamaannya terdapat pada hubungan antara data, decision workflow, dan measurable outcome.

Pelita Air tidak perlu menyalin technology stack perusahaan lain. Benchmark ini menunjukkan bahwa nilai muncul ketika analytics terhubung dengan decision rights dan value tracking.

4Enterprise Decision Architecture

Arsitektur yang diusulkan terdiri dari enam layers.

0 Source Systems
Operational control, reservation, departure control, maintenance, finance, human resources, safety, cargo, dan external feeds
lazim tersedia
1 Data Integration and Quality
Data integration, cleansing, reconciliation, master data, dan data quality controls
lazim tersedia
2 Semantic Layer and KPI Dictionary
Satu definisi, formula, owner, source, dan freshness requirement untuk setiap KPI yang digunakan Direksi
fokus proposal
3 Forecasting and Early Warning
Forecast terhadap target, materiality test, driver analysis, scenario analysis, dan risk threshold monitoring
fokus proposal
4 Strategic Decision Layer
Decision Queue, Decision Brief, options comparison, Decision Record, Commitment Tracking, dan Value Realization
fokus proposal
5 Executive Decision Experience
Daily Pulse, Weekly Outlook, Monthly Outlook, Decision Brief, serta akses ke KPI definition dan Data Lineage
fokus proposal

Layer 0 dan Layer 1 umumnya telah tersedia dalam berbagai bentuk. Proposal AGIA berfokus pada kemampuan yang diperlukan untuk menghubungkan data tersebut dengan executive decision process.

Peran AI di sepanjang decision loop

Kapabilitas AI tidak berdiri sebagai modul terpisah. Ia bekerja melintasi Layer 2 sampai Layer 5, dan berhenti pada satu titik yang sama setiap kali, yaitu ketika keputusan harus diambil.

AI menyiapkan keputusan
1Signal masuk dari source systems
2Forecast terhadap target
3Deteksi dan prioritisasi
4Driver analysis
5Skenario dan opsi
Manusia memutuskan
6Keputusan Direksi, beserta alasan tertulis
AI menagih dan mengukur
7Commitment tracking
8Value Realization
9Kalibrasi asumsi

Langkah 1 sampai 5 menyiapkan keputusan. Langkah 6 dilakukan pejabat yang berwenang. Langkah 7 sampai 9 menagih pelaksanaannya dan mengukur hasilnya, lalu mengoreksi asumsi yang dipakai pada putaran berikutnya.

Enam kapabilitas AI, output yang dihasilkan, dan batas yang berlaku
KapabilitasYang dikerjakanOutput ke DireksiBatas
Forecast Memproyeksikan KPI terhadap target pada horizon 30, 60, dan 90 hari, memakai data operasional dan komersial yang sudah tersedia Garis forecast, jarak terhadap target, dan penanda target-at-risk pada KPI outlook Metode dan confidence band disetujui Pelita, lalu ditampilkan bersama angkanya
Predict dan detect Memantau seluruh KPI dan KRI secara terus-menerus, menguji materiality threshold dan risk appetite Early Warning yang telah diurutkan, disertai probability, lead time, dan estimasi dampak Ambang materiality dan toleransi risiko ditetapkan Direksi, bukan oleh penyedia sistem
Explain Menelusuri penyimpangan sampai ke penyebab yang dapat diperiksa, lintas booking, harga, kapasitas, biaya, dan operasi Rantai driver beserta evidence, source system, dan waktu pembaruan tiap bukti Setiap klaim menunjuk source. Penyebab yang belum dapat dibuktikan ditandai sebagai hipotesis
Deep analytics Menyusun skenario dan menghitung konsekuensi tiap opsi pada dimensi finansial dan non-finansial Matriks options and trade-offs, termasuk baseline tidak melakukan apa pun Asumsi tiap skenario ditulis. Guardrails operasional diuji sebelum opsi ditampilkan
Automate Menjalankan seluruh langkah di atas menurut kadensi harian, mingguan, dan bulanan tanpa perlu diminta, lalu menyusun draf Decision Brief dalam format baku Decision Queue yang selalu mutakhir dan brief yang siap ditinjau sebelum rapat Draf, bukan keputusan. Rekomendasi selalu melewati pemilik keputusan yang berwenang
Aware Mengingat konteks keputusan: apa yang sudah diputuskan sebelumnya, komitmen yang berjalan, siapa pemiliknya, dan mana yang sudah pernah dibahas Sinyal berulang ditandai sebagai lanjutan, bukan isu baru. Commitment yang tertahan muncul kembali dengan umur blocker-nya Riwayat keputusan bersifat internal Direksi dengan akses terbatas

Perbedaan penting dibanding analytics yang dijalankan berdasarkan permintaan adalah kata automate dan aware pada dua baris terakhir. Pemantauan berjalan terus tanpa perlu seseorang bertanya lebih dulu, dan sistem mengetahui keputusan apa yang sudah pernah diambil atas sinyal yang sama. Tanpa keduanya, Direksi kembali bergantung pada siapa yang kebetulan sempat memeriksa.

Human and machine responsibilities

Analytics dan AI dapat membantu:

  • Memprioritaskan signals.
  • Menjelaskan drivers.
  • Membentuk scenarios.
  • Menyiapkan draft recommendation.
  • Memantau commitments dan leading indicators.

Keputusan mengenai keselamatan, kepatuhan, alokasi modal, dan tindakan berdampak besar tetap berada pada pejabat yang berwenang.

Setiap recommendation harus menampilkan evidence, assumptions, confidence level, dan guardrails yang relevan. Direksi tetap memiliki ruang untuk menerima, mengubah, atau menolak recommendation tersebut.

Bagian III

Target Solution

5Target Architecture for Pelita Air

Berdasarkan informasi publik, Pelita Air telah memiliki sebagian besar source systems dan data integration capabilities yang diperlukan. Kapabilitas yang telah disebutkan meliputi:2

  • Integrated Flight Management System.
  • Integrated Operations Control Center.
  • Digitalisasi rotasi pesawat dan kru.
  • Dynamic pricing.
  • Digital sales channels.
  • Enterprise risk management system.
  • OnTimeX.
  • Pusat integrasi data.

KPI Direksi juga sudah tersedia dan diaudit. Area yang perlu diperiksa lebih lanjut adalah konsistensi definisi, forecasting terhadap enterprise targets, Decision Queue, Decision Brief, dan Value Realization per keputusan.

Pemetaan awal terhadap enam layers, disusun dari keterangan publik
LayerKondisi berdasarkan keterangan publikStatus
0 Source Systems Delapan kapabilitas di atas telah disebutkan perusahaan tersedia
1 Data Integration Pusat integrasi data untuk analisis kinerja operasional, keuangan, dan komersial tersedia
2 Semantic Layer KPI Direksi tersedia dan diaudit. Konsistensi definisi antar fungsi perlu diperiksa perlu diperiksa
3 Forecasting Kapabilitas prediktif disebut pada tingkat operasional. Forecasting terhadap enterprise targets belum disebutkan perlu diperiksa
4 Strategic Decision Layer Risalah Rapat Direksi diwajibkan memuat evaluasi pelaksanaan keputusan sebelumnya. Value Realization per keputusan belum disebutkan belum disebutkan
5 Executive Experience Dashboard pelaporan manajemen tersedia. Decision Queue berbasis materiality belum disebutkan belum disebutkan
Pemetaan ini hanya menggunakan keterangan publik. Tim teknologi informasi dan data owner Pelita Air perlu memvalidasinya sebelum digunakan sebagai dasar solution design. perlu validasi

Dengan batas tersebut, hipotesis awal AGIA adalah bahwa Pelita Air tidak memerlukan penggantian data foundation. Pekerjaan dapat difokuskan pada semantic consistency, decision workflow, executive experience, dan governance. hipotesis

6Executive Decision Experience

Bagian ini menampilkan komponen Executive Decision Experience secara langsung, bukan sebagai tangkapan layar. Setiap komponen didahului penjelasan mengenai kebutuhan yang dijawabnya dan manfaat yang diharapkan bagi Direksi.

Seluruh angka pada komponen di bawah bersifat ilustratif. Nilainya sengaja berbeda dari angka Laporan Tahunan 2025 yang dikutip pada bagian 2, supaya tidak tertukar sebagai kinerja Pelita Air. ilustratif

Daily Pulse · Decision Queue

Halaman utama dibuka dengan isu yang menunggu executive decision, bukan dengan ringkasan kinerja.

KebutuhanDireksi perlu mengetahui isu mana yang menuntut kewenangan mereka pada minggu berjalan, lengkap dengan besaran taruhan dan batas waktunya.
ManfaatRapat dapat dimulai dari daftar yang sudah terurut menurut materiality dan deadline, sehingga waktu tidak habis untuk menentukan apa yang perlu dibahas lebih dahulu.
#DecisionValue at StakeDeadlineDecision ownerStatus
1Protect Q4 network contribution on route cluster BTrade-off lintas direktorat dan forecast menembus toleransi margin RKAPUSD 3,2MQ4 EBITDARab, 9 Sep12:00 WIBPresident DirectorIn review
2Approve fleet recovery plan after unscheduled engine removalLease-in spend di atas kewenangan Operations DirectorUSD 1,9MQ4 revenueKam, 10 Sep10:00 WIBOperations DirectorPrepared
3Extend Q4 fuel and FX hedge coverageEksposur melampaui hedging policy bandUSD 2,4MFY P&LJum, 11 Sep15:00 WIBFinance DirectorPrepared
4Approve 2026 capex catch-up planRealokasi antar program memerlukan persetujuan DireksiUSD 6,1Mcapex belum terserapJum, 4 Seplewat 3 hariFinance DirectorOverdue

Kolom Status memisahkan isu yang sedang ditinjau dari yang sudah siap diputuskan dan yang telah melewati tenggat. Baris Overdue tidak disembunyikan.

Daily Pulse · KPI outlook

Empat KPI utama ditampilkan dengan kontrak yang sama. Garis penuh menunjukkan realisasi, garis putus menunjukkan forecast, garis titik menunjukkan target.

KebutuhanAngka tunggal tanpa target dan arah tidak cukup untuk memutuskan. Direksi perlu melihat posisi sekarang dan proyeksinya dalam satu tampilan.
ManfaatKontrak yang seragam untuk setiap KPI membuat pembacaan konsisten antar direktorat, dan status target-at-risk muncul sebelum periode berakhir.
EBITDA margin%Target at risk
hari iniT 20,0F 17,9
Actual16,8Target20,0Prior17,4Forecast17,9
Provisional · 07:00 WIB
Revenue growth% YoYTarget at risk
hari iniT 19,0F 12,1
Actual11,4Target19,0Prior12,6Forecast12,1
Provisional · 07:00 WIB
On-time performance%On track
hari iniT 90,0F 90,6
Actual92,1Target90,0Prior93,4Forecast90,6
Final · 07:12 WIB
Seat load factor%On track
hari iniT 75,0F 76,8
Actual78,6Target75,0Prior79,2Forecast76,8
Final · 07:00 WIB

Daily Pulse · Enterprise health

Enam enterprise objective, masing-masing diwakili satu metrik penjelas.

KebutuhanKetika satu isu mendominasi rapat, tujuan perusahaan yang lain mudah luput dari perhatian.
ManfaatEnam objective yang selalu tampil menahan agenda dari terserap ke satu topik, dan menandai lebih awal ketika perhatian perlu dipindahkan.
Safety
On track
0 serious incident YTD, 2 high-risk action terbuka
Operations
Watch
OTP di atas target, turun 2,0 pt dalam 6 minggu
Commercial
At risk
Revenue growth 11,4% terhadap target 19,0%
Financial
Off track
EBITDA margin 16,8% terhadap target 20,0%
Customer
On track
CSI 4,31 terhadap target 4,33, dalam rentang survei
Transformation
Off track
3 dari 7 milestone terlambat

Daily Pulse · Early Warning

Sinyal yang telah melewati uji materiality, diurutkan menurut prioritas.

KebutuhanPenyimpangan perlu terlihat selagi masih ada waktu untuk bertindak, disertai keterangan siapa yang sedang menanganinya.
ManfaatLead time dan owner tampil sejak awal, sehingga Direksi dapat membedakan sinyal yang cukup dipantau dari yang perlu naik menjadi keputusan.
#SignalSeverityProbabilityLead timeImpactOwner
1Jet fuel index di atas RKAP band selama 3 mingguHigh70%1 sampai 2 mingguUSD 0,9M / bulanCFO
2Keterbatasan ketersediaan A320 akibat unscheduled engine removalHigh48%2 mingguUSD 0,6M / bulanCOO
3Depresiasi IDR terhadap biaya berdenominasi USDMedium65%1 sampai 3 mingguUSD 0,5M / bulanCFO
4Forward booking melemah pada route cluster B, Oktober naik ke Decision QueueMedium68%24 hariUSD 3,2M (Q4)CCO
5Kluster perpanjangan lisensi kru jatuh tempo NovemberLow30%6 sampai 8 minggubelum dinilaiCOO

Baris keempat menunjukkan sinyal yang telah dieskalasi menjadi Decision Brief. Jalur dari Early Warning ke Decision Queue selalu dapat ditelusuri.

Decision Brief · Impact

Enam angka pembuka pada setiap Decision Brief.

KebutuhanSebelum membaca opsi, Direksi perlu mengetahui besaran taruhan, sisa waktu, dan seberapa kuat dasar angkanya.
ManfaatConfidence dan freshness ditempatkan sejajar dengan nilai, sehingga rekomendasi dapat ditantang pada dasarnya dan bukan hanya pada kesimpulannya.
Predicted impact
−USD 3,2M
Q4 EBITDA terhadap RKAP bila tidak ada tindakan
Probability
68%
Metode forecast belum disetujui Pelita
Lead time
24 hari
sampai margin Oktober terkunci roster
Value at Stake
USD 3,2M
USD 2,4M di antaranya masih dapat dipulihkan
Confidence
Medium
2 dari 5 sumber evidence bersifat interim
Freshness
07:00 WIB
PSS 07:00 · RM 05:30 · Finance flash provisional

Decision Brief · Recommended option dan guardrails

Rekomendasi selalu tampil bersama batasan yang mengikatnya.

KebutuhanRekomendasi tanpa batasan mendorong persetujuan yang kemudian ditolak direktorat lain pada tahap eksekusi.
ManfaatGuardrails yang tertulis membuat konsekuensi lintas fungsi terlihat pada saat keputusan diambil, bukan setelahnya.
Recommended option · D
Reallocate 1 aircraft to trunk route A, hold fare floor

Memindahkan satu line of flying A320 dari cluster B ke trunk A yang forward load-nya di atas 85 persen, mempertahankan layanan harian cluster B, dan menahan fare floor.

Expected Q4 EBITDA
−0,8M terhadap RKAP, dari −3,2M
Cost
USD 0,15M
Time to impact
2 sampai 3 minggu
Reversibility
Sebagian, terikat roster
Confidence
Medium
Guardrails yang mengikat
  • Crew duty legality dan reserve coverage tidak berubah, dengan sign-off Crew Control.
  • Rotasi tail mempertahankan jendela A-check pada minggu 42.
  • Slot retention cluster B tetap di atas aturan 80/20.
  • Fare floor ditetapkan Revenue Management, tanpa promosi di bawahnya.
  • Layanan harian ke setiap destinasi saat ini dipertahankan.

Decision Brief · Options and trade-offs

Perbandingan opsi disajikan sebagai satu matriks. Kolom yang direkomendasikan diberi latar, bukan garis luar, agar tetap terbaca saat dicetak hitam putih.

KebutuhanKeputusan enterprise jarang memiliki pilihan yang unggul pada semua dimensi. Yang dibutuhkan perbandingan, bukan satu rekomendasi tunggal.
ManfaatDimensi non-finansial ikut terlihat, sehingga trade-off antar direktorat dibahas pada meja yang sama dan tidak muncul kemudian sebagai keberatan.
Contoh options comparison pada satu Decision Brief ilustratif
DimensiA · Do nothingB · Tactical pricingC · Cut frequencyD · Reallocate aircraft
Q4 EBITDA vs RKAP−3,2M−1,9M−1,4M−0,8M
Seat load factor−2,1 pt+0,8 pt+3,5 pt+1,9 pt
Customer impactTidak adaTidak ada±4.200 pax rebooked±1.100 pax retimed
Operational feasibilityTidak ada perubahanTidak ada perubahanSatu pesawat bebasRoster kru berubah, jendela perawatan tetap
Time to impact1 sampai 2 minggu3 minggu2 sampai 3 minggu
ReversibilityPenuhPenuhSebagianSebagian, terikat roster
Implementation cost0USD 0,1MUSD 0,2MUSD 0,15M

Opsi A tetap ditampilkan. Tanpa baseline tidak melakukan apa pun, konsekuensi dari menunda keputusan tidak dapat dinilai.

Decision Brief · Drivers dan evidence

Rantai penyebab beserta sumber dan waktu pembaruan tiap bukti.

KebutuhanRekomendasi yang tidak menunjukkan penyebab hanya dapat diterima atau ditolak, tidak dapat diperbaiki.
ManfaatDireksi dapat menantang satu mata rantai tertentu, dan PEPTO mengetahui bukti mana yang perlu diperkuat.
Demand softening pada 3 rute sekunderForward booking Oktober turun 9 persen terhadap booking window yang sama tahun lalu. Rute trunk datar.Reservation & inventory · 07:00 WIB
Fare dilution setelah penambahan kapasitas kompetitorAverage fare cluster B turun 6 persen sejak kompetitor menambah 12 persen kursi pada 1 Agustus.Revenue management forecast · 05:30 WIB
Contribution gap pada cluster BInterim route contribution menjadi negatif pada Oktober di tingkat fare dan load saat ini. Metode alokasi masih interim.Finance daily flash · 07:00 WIB

Decision Record

Setelah keputusan diambil, catatannya tersimpan bersama alasan dan tanggal review.

KebutuhanAlasan sebuah keputusan hilang dalam hitungan minggu apabila tidak ditulis pada saat keputusan diambil.
ManfaatReview berikutnya membandingkan hasil dengan alasan aslinya, bukan dengan ingatan peserta rapat.
Decided · committed7 September 2026, 09:42 WIB
Decision
Approved recommended option · D · Reallocate 1 aircraft to trunk route A, hold fare floor
Rationale
Opsi ini mempertahankan layanan harian ke seluruh destinasi dan melindungi bagian terbesar dari gap. Pemotongan frekuensi sulit dibalik sebelum peak season.
Decided by
President Director
Consulted
Commercial Director, Operations Director, Finance Director
Value Realization review
5 November 2026 (October flash) dan 15 Januari 2027 (Q4 close)

Commitment Tracking dan Value Realization

Setiap commitment membawa expected value yang ditetapkan saat keputusan diambil, dan realized value yang diverifikasi Keuangan pada tanggal yang disepakati.

KebutuhanKeputusan yang tidak ditagih hasilnya tidak berbeda dengan keputusan yang tidak pernah diambil.
ManfaatSelisih antara expected dan realized menjadi bahan koreksi asumsi pada keputusan berikutnya, dan dasar untuk menghentikan inisiatif yang tidak terbukti.
CommitmentRealisasi terhadap expected valueExpectedRealized
Fuel hedge coverage Q3 ke 60%USD 0,9MUSD 0,6M
Turnaround time hub utama turun 5 menitUSD 0,4Mblocked 9 hari
Direct channel ke 45% bookingUSD 1,1MUSD 0,3M
Digital maintenance record di semua line stationUSD 0,2Mbelum diukur
Cost discipline program gelombang 2USD 3,0MUSD 1,4M
Expected valueRealized, diverifikasi KeuanganTotal USD 2,3M dari USD 5,6M expected

Data Freshness and Trust

Ketika source data belum tersedia atau belum final, tampilan memperlihatkan statusnya. Sakelar di bawah menyimulasikan kondisi tersebut.

KebutuhanDireksi perlu mengetahui angka mana yang sudah final dan mana yang masih akan berubah setelah closing.
ManfaatKeputusan yang bergantung pada angka sementara diambil secara sadar, dan kepercayaan pada tampilan tidak runtuh pada kesempatan pertama angkanya berubah.
Semua source current · 07:15 WIB
EBITDA margin
16,8
Provisional · 07:00 WIB
Revenue growth
11,4
Provisional · 07:00 WIB
On-time performance
92,1
Final · 07:12 WIB
Angka keuangan harian berlabel provisional sampai closing. Angka operasional dari operational record berlabel final.

Direksi dapat membuka Data Lineage dari setiap angka untuk memeriksa source, owner, definition, dan waktu pembaruan.

7Data Readiness and Governance

Strategic Decision Layer hanya dapat bekerja jika Pelita Air menetapkan authority atas setiap data domain. Ketentuan awal yang perlu disepakati:

  1. Actual flight movement menggunakan operational record yang ditetapkan sebagai source of truth.
  2. Booked passengers, boarded passengers, flown passengers, dan recognized revenue diperlakukan sebagai fakta yang berbeda.
  3. General ledger mengendalikan angka keuangan resmi setelah closing. Daily finance numbers selalu berstatus sementara.
  4. Maintenance system dan technical logbook mengendalikan data kondisi teknis pesawat.
  5. Safety events dan personal data dibatasi melalui role-based access.
  6. KPI lintas sumber menetapkan join key, late-arriving data treatment, time zone, dan restatement policy.

Sebagian aturan tersebut mungkin sudah berjalan sebagai operational practice. Tahap awal tidak mengasumsikan bahwa kapabilitas tersebut belum ada. AGIA akan memetakan praktik yang berjalan, mendokumentasikannya, dan membawa perbedaan yang belum selesai ke forum keputusan yang tepat.

8Value at Stake

Selisih EBITDA 2025 terhadap RKAP tercatat USD 9,9 juta. Selisih operating profit tercatat USD 11,3 juta.2

Selisih tersebut tidak seluruhnya dapat dipengaruhi oleh keputusan yang lebih cepat. Fuel price, foreign exchange, dan market conditions berada di luar kendali langsung manajemen.

Business case awal perlu menjawab pertanyaan yang lebih terbatas. Berapa bagian dari gap tersebut yang masih dapat dipengaruhi ketika signal pertama muncul?

Skenario awal, diperlakukan sebagai asumsi AGIA asumsi
SkenarioBagian dari EBITDA gapNilai per tahun
Conservative10%USD 1 juta
Base20%USD 2 juta
Optimistic30%USD 3 juta

Persentase tersebut bukan industry benchmark dan bukan proyeksi hasil. Tahap Decision Mapping akan menggantinya dengan data Pelita Air.

Setiap decision candidate akan dinilai berdasarkan:

  • Value at Stake.
  • Time to Decision.
  • Controllability.
  • Confidence Level.
  • Cost of Delay.
  • Realized Value.

Jika hasil pemetaan berada di bawah conservative scenario, AGIA akan menyampaikannya. Pelita Air dapat menggunakan hasil tersebut untuk menghentikan atau mempersempit investasi berikutnya.

Nilai lain yang perlu diukur adalah waktu Direksi yang digunakan untuk merekonsiliasi angka sebelum mengambil keputusan. Baseline-nya belum tersedia dan perlu dikumpulkan pada tahap awal.

Bagian IV

Delivery

9Roadmap and Governance

Setiap tahap ditutup dengan decision gate. Pelita Air dapat melanjutkan, menyesuaikan scope, atau menghentikan pekerjaan berdasarkan evidence dari tahap sebelumnya.

Stage 0: Decision Mapping

Durasi delapan minggu. Aktivitasnya mencakup wawancara Direksi dan pimpinan fungsi, inventarisasi management reports dan meeting cadence, penyusunan KPI Dictionary, pemilihan decision candidates, serta pengisian prototype dengan data Pelita Air.

Exit criteria:

  • Peta 20 sampai 30 keputusan Direksi.
  • KPI Dictionary untuk 10 sampai 15 KPI.
  • Prototype yang diuji dalam satu rapat Direksi.
  • Initial Value at Stake assessment.
  • Scope dan estimasi untuk tahap berikutnya.
Tahapan setelah Stage 0. Durasi merupakan estimasi awal asumsi
StageEstimasi awalFokus
1. Performance Foundation3 sampai 4 bulan Source reconciliation, Data Lineage, role-based access, dan production version dari Daily Pulse
2. Early Warning2 sampai 3 bulan Forecasting, materiality rules, risk thresholds, driver analysis, dan pengukuran false alarm
3. Strategic Decision Layer3 bulan Decision Brief, options comparison, Decision Record, dan Commitment Tracking
4. Value Realizationberkelanjutan Verifikasi manfaat bersama Keuangan dan perluasan cakupan berdasarkan hasil yang terbukti

Durasi setelah Stage 0 merupakan estimasi awal. Jadwal final ditentukan setelah source systems, data quality, integration constraints, dan governance requirements diketahui.

Decision criteria

Sebuah isu naik ke Direksi jika memenuhi sedikitnya satu kondisi berikut:

  • Dampaknya melampaui materiality threshold.
  • Forecast melampaui risk appetite atau tolerance yang disepakati.
  • Penyelesaiannya memerlukan trade-off lintas direktorat.
  • Tindakannya membutuhkan kewenangan Direksi.
  • Keputusannya sulit dibatalkan.

Isu lain tetap ditangani oleh direktorat terkait. Sistem mencatat owner, status, dan escalation condition tanpa memindahkan seluruh keputusan ke Direksi.

Meeting cadence

CadenceCakupan
DailyMaterial disruption, safety escalation, atau perubahan tajam pada cash dan revenue
WeeklyRoute, frequency, pricing, capacity, dan fleet recovery
MonthlyRKAP reforecast, investment portfolio, initiatives, dan workforce
QuarterlyNetwork strategy, fleet plan, funding, dan partnerships

Proposal ini tidak menambah forum baru. Decision Queue digunakan untuk menentukan isu mana yang dibahas lebih dahulu pada forum yang sudah ada.

Orchestration function

Pelita Air memerlukan fungsi yang mengelola evidence lintas direktorat, menyiapkan Decision Brief, dan memantau commitments. Fungsi tersebut tidak menggantikan kewenangan Direksi, tanggung jawab direktorat, atau operational control.

Nama kerja yang digunakan adalah Enterprise Performance and Transformation Office. Struktur dan penamaan final tetap menjadi keputusan Pelita Air.

10Delivery Risks and Success Conditions

Decision recording and audit concerns

Pencatatan alasan keputusan dapat dipersepsikan sebagai tambahan audit exposure. Mitigasinya adalah memulai Decision Record sebagai dokumen internal Direksi dengan akses terbatas. Formatnya perlu diselaraskan dengan risalah Direksi dan governance policy yang sudah berlaku.

KPI definition conflicts

Perbedaan definisi dapat memperlambat Stage 0. Setiap definisi dibahas bersama data owner. Perbedaan yang belum selesai dicatat sebagai open decision dengan owner dan deadline.

Overlap with existing data initiatives

Strategic Decision Layer dapat dianggap tumpang tindih dengan pusat integrasi data. Tim teknologi informasi perlu terlibat sejak awal. Pusat integrasi data ditetapkan sebagai bagian dari existing data foundation, bukan digantikan oleh pekerjaan ini.

Scope expansion

Setelah prototype terlihat, permintaan untuk operational monitoring dapat memperluas scope. Materiality threshold dan escalation criteria digunakan sebagai batas. Kebutuhan di luar scope dicatat untuk keputusan tahap berikutnya.

Management attention during consolidation

Proses konsolidasi dapat mengubah prioritas dan ketersediaan pimpinan. Stage 0 dirancang menghasilkan KPI Dictionary, Decision Map, dan prototype yang tetap berguna walaupun Pelita Air belum melanjutkan tahap pembangunan.

Prototype data misinterpretation

Prototype yang terlihat realistis dapat disalahartikan sebagai actual performance. Setiap layar harus menampilkan label:

Ilustratif, bukan data Pelita Air

Syarat keberhasilan utama adalah penggunaan prototype dalam satu rapat yang sesungguhnya. Pengujian tersebut memperlihatkan apakah Decision Queue dan Decision Brief membantu proses keputusan, bukan hanya tampil baik dalam presentasi.

11About AGIA

AGIA merancang dan membangun decision platforms untuk organisasi dengan operasi kompleks.

Pengalaman yang paling dekat dengan usulan ini adalah pengembangan platform keputusan bagi operator bandara. Pola kerjanya mencakup shared evidence, forecasting, coordinated decisions, Commitment Tracking, dan outcome measurement.

Untuk Pelita Air, AGIA memulai dari business decisions yang perlu diperbaiki. Technology architecture ditentukan setelah decision process, data requirements, dan governance constraints dipahami.

Prototype pada proposal ini dibangun untuk menguji bentuk executive decision process. Pembahasan berikutnya sebaiknya dimulai dari prototype tersebut agar Direksi dapat menilai alurnya secara langsung.

12Proposed First Engagement

AGIA mengusulkan Stage 0: Decision Mapping selama delapan minggu. Pelita Air akan menerima:

  1. Decision Map yang memuat 20 sampai 30 keputusan Direksi, termasuk cadence, triggers, evidence requirements, dan owner.
  2. KPI Dictionary untuk 10 sampai 15 KPI, lengkap dengan definition, formula, source, owner, dan freshness requirement.
  3. Prototype Daily Pulse dan Decision Brief yang menggunakan data Pelita Air serta diuji dalam satu rapat Direksi.

Seluruh keluaran tetap menjadi milik Pelita Air dan tetap dapat digunakan jika perusahaan tidak melanjutkan ke tahap pembangunan.

Biaya Stage 0 ditanggung oleh AGIA. Berdasarkan kartu tarif AGIA, nilai pekerjaannya setara Rp141 juta. Angka tersebut dicantumkan sebagai pembanding untuk keputusan tahap berikutnya, bukan sebagai tagihan kepada Pelita Air.

Estimasi untuk Stage 1 sampai Stage 3 dibuat setelah Stage 0, ketika jumlah source systems, data condition, integration constraints, dan security requirements sudah diketahui.

Information required

Untuk memulai Stage 0, AGIA memerlukan:

  • Sesi 90 menit bersama Direktur Utama untuk memvalidasi decision candidates.
  • Contoh paket rapat Direksi selama enam bulan terakhir.
  • Daftar source systems dan owner-nya.
  • Target KPI Direksi tahun berjalan.
  • Konfirmasi lini bisnis yang perlu masuk dalam initial scope.

Stage 0 dapat dimulai dua minggu setelah bahan tersebut tersedia dan sponsor Direksi dikonfirmasi.

Proposed next step

Review the Prototype with Pelita Air’s Executive Team

Sesi ini digunakan untuk menguji Decision Queue, Decision Brief, dan Value Realization flow menggunakan contoh keputusan yang relevan bagi Pelita Air.

Referensi

  1. Pelita Air pertahankan predikat maskapai paling tepat waktu nasional, ANTARA News, 3 September 2026. antaranews.com
  2. Laporan Tahunan PT Pelita Air Service 2025. Angka keuangan halaman 122, kinerja rute halaman 109 sampai 110, kapabilitas teknologi informasi halaman 172 sampai 175, tata kelola rapat Direksi halaman 248 sampai 249, KPI Direksi halaman 278 sampai 279, peta risiko halaman 341 sampai 342. corporate.pelita-air.com
  3. Digital Transformation for A-CDM Operations in Indonesia, ICAO Asia and Pacific Office, ATFM and A-CDM Sub Group ke-16, April 2026. icao.int
  4. The Real Engines of Value Creation in Airlines, Boston Consulting Group, 10 Desember 2025. bcg.com
  5. Danantara siapkan Garuda Indonesia jadi holding maskapai BUMN, Kompas, 24 Juli 2026; dan Pertamina lepas Pelita Air, rencana penggabungan dengan Garuda Indonesia, Kontan, 20 November 2025. kompas.com
  6. Airport Collaborative Decision Making impact assessment, EUROCONTROL. eurocontrol.int
  7. Qatar Airways and Accenture embark on AI-powered partnership, Accenture Newsroom, 13 Agustus 2025. accenture.com
  8. Singapore Airlines' Scoot modernises flight disruption management, iTnews Asia, 20 Agustus 2025. itnews.asia
  9. Emirates advances fleet availability with investment in Airbus Skywise S.FP+ and Core X3, Emirates Media Centre, Februari 2025. emirates.com
  10. With Skywise, Airbus is re-imagining the digital sky, Airbus, April 2026. airbus.com

Catatan internal AGIA: terminology rule. Narasi utama tetap menggunakan bahasa Indonesia. Istilah strategic dan technology dipertahankan dalam English jika sudah menjadi istilah kerja yang umum. Gunakan secara konsisten: Strategic Decision Layer, Enterprise Decision Intelligence, Decision Queue, Decision Brief, Decision Rights, Decision Record, Commitment Tracking, Value at Stake, Value Realization, Early Warning, Source Systems, Data Integration, Semantic Layer, KPI Dictionary, Data Lineage, Forecasting, Scenario Analysis, Materiality Threshold, Risk Appetite, Confidence Level, Guardrails, Target Architecture, Roadmap and Governance. Hindari mencampur bahasa pada kata yang lebih natural dalam bahasa Indonesia. Tetap gunakan: Direksi, keputusan, rapat, bukti, asumsi, pemilik, tenggat, risiko, dan Keuangan.